MENGAWAL LASKAR PARA PENCARI ILMU
30 Oct 2026 / By
Administrator Perpustakaan
Judul Buku:Mengawal Laskar Para Pencari Ilmu, Kisah Inspiratif Menuntaskan Anak Tidak SekolahNama Pengarang:Yuni LestariPenerbit:Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota BlitarTahun Terbit:2026Tebal Halaman:xi + 146 halamanUkuran Buku:14,8 cm x 21 cmJenis Kertas:HVS Sinopsis Buku Sebuah karya lagi, dari even Lomba Memoar Penulisan Buku Memoar Pengabdian Inspiratif bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Blitar Tahun 2026, yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Blitar. Kali ini adalah hasil olah gagasan Yuni Lestari, Pegawai Negeri Sipil (PNS) penugasan Dinas Pendidikan Kota Blitar. Ada anak-anak yang berhenti melangkah ke sekolah, tetapi sesungguhnya tidak pernah berhenti bermimpi.Di balik seragam yang tak lagi dikenakan, ada cita-cita yang masih disimpan. Di balik bangku sekolah yang kosong, ada harapan yang menunggu untuk dipanggil pulang. Dan di balik seorang anak yang tidak lagi belajar, sering kali ada kisah panjang tentang keluarga, ekonomi, kesehatan, perundungan, lingkungan, dan luka-luka yang tak selalu mampu mereka ceritakan. Mengawal Laskar Para Pencari Ilmu adalah memoar tentang perjalanan seorang pendidik dan pengawas sekolah dalam menapaki jejak anak-anak yang kehilangan jalan menuju sekolah. Dari Kota Blitar, kisah-kisah nyata ini merekam langkah kecil yang kadang harus dimulai dari sebuah kunjungan ke rumah, percakapan sederhana, mengetuk pintu hati keluarga, hingga menggandeng tangan seorang anak untuk kembali menemukan jalan menuju bangku sekolah. Ini bukan sekadar catatan tentang Anak Tidak Sekolah (ATS). Ini adalah kisah tentang manusia yang memilih untuk tidak berpaling.Tentang ruang-ruang rapat yang melahirkan kepedulian. Tentang langkah kaki yang menyusuri gang-gang permukiman. Tentang home visit yang mempertemukan kita dengan kenyataan. Tentang sekolah, keluarga, pemerintah, kelurahan, tenaga kesehatan, masyarakat, dan banyak tangan yang kemudian bertaut untuk membuka kembali pintu pendidikan. Kisah Z, A, dan anak-anak lainnya menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki cerita, setiap anak memiliki kesempatan, dan setiap anak berhak menatap masa depan dengan penuh harapan. Sebab mengembalikan seorang anak ke sekolah bukan hanya tentang mengisi kembali bangku yang kosong. Lebih dari itu, adalah tentang menghidupkan kembali mimpi yang hampir padam. Buku ini adalah perjalanan tentang bekerja dengan nurani, bergandeng tangan berjalan bersama, dan tidak mudah menyerah ketika jalan terasa buntu. Sebab, di balik setiap anak yang kembali ke sekolah, ada harapan yang kembali tumbuh, dan ada masa depan yang kembali menemukan jalannya. Karena mungkin, bagi kita, langkah itu hanyalah sebuah langkah kecil. Namun bagi seorang anak, satu langkah menuju sekolah bisa menjadi langkah pertama menuju masa depannya.